Posting kali ini bukan tentang informasi rumah dijual seharga 5juta rupiah, namun untuk berbagi pengalaman yang pernah kami alami, jika Anda punya pengalaman yang inspiratif, silakan kirim via email agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Bisa Anda bayangkan dengan uang 5juta rupiah kira2 cukup untuk membeli apa? perabot dapur? meja kursi? atau bahkan cukup untuk membangun rumah? Hal ini tergantung mindset kita dan seberapa berani kita bermimpi, tentu dengan seijin Allah swt.
Bermula sehabis mudik lebaran ke boyolali tahun 2012, masih terngiang obrolan dengan ibuku. "Ealah yo Har anak papat ono sing durung duwe omah, ono sing malah omahe orang mung siji (Ealah Har, punya anak empat ada yang belum punya rumah ada yang rumahnya gak cuman satu).
Saya bisa menangkap, yang dimaksudkan ibuku adalah adiku yang tinggal di Yogyakarta yang belum memiliki rumah, karena saya dan kakak serta adik yang lain alhamdulillah sudah memiliki tempat tinggal yang cukupanlah (cukup sederhana, cukup bersahaja, cukup untuk menampung anggota keluarga, karena cukup itu khan relatif menurut kita dan rasa syukur kita masing-masing).
Kata-kata itu terus terngiang hingga saya kembali sampai di Bekasi. Kemudian saya coba cari informasi melalui internet tanah dijual maupun rumah dijual dengan harga dibawah 100juta yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, karena adik banyak beraktifitas di kota Yogyakarta.
Waktu itu uang yang ada sekitar 7 juta, sementara yang 2 juta untuk biaya kebutuhan sehari-hari, sehingga alokasi dana yang benar-benar bisa digunakan hanya 5juta. Lho kok punya uang segitu berani cari rumah dengan harga hampir 100juta? untuk nutupnya bagaimana?....Ya...itu bagaimana nantilah, yang penting khan action dulu, insyaallah ada jalan.
Alhamdulillah setelah telpon beberapa penjual tanah dan rumah, saya menemukan iklan tanah yang dijual yang menurut saya cocok dengan yang diinginkan adik saya, akhirnya saya telpon adik saya untuk melihat lokasi tanah Jl Berbah, Kalasan Yogyakarta (kira-kira 100meter dari jalan raya Solo-Yogyakarga).
Dan Alhamdulillah adik merasa lokasinya bagus, tidak terlalu jauh dari kota. Akhirnya kembali saya telpon penjual dan disepakati dengan harga 70juta untuk tanah seluas 100m dengan pembayaran dapat di angsur selama 3 bulan, pembayaran pertama 5juta, kemudian yang 20juta sebulan kemudian, 20juta lagi sebulan berikutnya sisanya di bulan ketiga. Waktu itu oleh penjual dibuatkan PPJB agar lebih kuat dari segi hukum.
Fokus saya pada pembayaran tahap berikutnya, untuk pembayaran selanjutnya baru dipikirkan kemudian. Begitu waktu mulai berjalan, saya agak galau, was-was, degdegan dan bingung.... dari mana mendapat uang 20juta dalam waktu satu bulan. Sambil berusaha, saya berdoa kepada Allah Tuhan YME, agar mendapat solusi, dan mulai pasrah terserah Allah saja endingnya bagaimana, pikir saya, kalo niatnya untuk menolong keluarga, masak juga tidak ada jalan...
Sambil berjalannya waktu, adik saya belum terlalu yakin, itu beli tanah buat apa mas? apa mas Har mau pindah ke Jogya? saya bilang itu insyaallah buat lik (panggilan saya buat adik), tapi gimana kalo yang separo dijual buat nutup kekurangan pembayaran, jadi yang dipakai 50m aja? Adik saya setuju, katanya 50meter juga udah luas, daripada ngontrak terus.
Alhamdulillah dalam waktu kurang dari sebulan separo tanah (seluas 50meter) terjual dengan harga 45juta. Sehingga pembayaran tahap 2 dan tahap 3 tertutup sekaligus, tinggal sisanya sebesar 20juta, masih ada waktu 2 bulan.
Beberapa hari setelah keajaiban ini, saya ditelpon oleh seorang dokter, mas minta tolong dijualin rumah orang tua saya bisa mas?, rumah yang dijual di jaka permai, bekasi barat. Saya langsung sanggupi, insyaallah bisa dok, saya coba pasarkan. Ada harapan baru nih, mudah-mudahan terjual dan bisa nutup kekurangan pembayaran tanah untuk adik saya di Yogyakarta.
Kemudian hari Sabtu rumah tersebut saya jeprat jepret, bikin spanduk rumah dijual, pasang iklan di internet. Ya Allah mudah-mudahan ini menjadi jalan buat adik saya memiliki rumah....
Sekitar satu minggu kemudian, saya ditelpon seseorang yang minta ketemu, Pak saya mau liat rumahnya bisa? tapi saya sudah dilokasi nih. Bisa bu saya segera menuju ke lokasi. Begitu sampai dilokasi ternyata gak ada orang, kemudian saya telpon si Ibu tersebut.. maaf jadi liat rumah bu? ...Ya pak, tunggu 10menit, saya lagi liat rumah yang lain.
Gak lama kemudian Ibu tersebut datang dan liat-liat kedalam, sambil teleconverence dengan suaminya.(karena suaminya sedang tugas di luar negeri)
Kemudian ibu itu membuka penawaran Rp. 1,6M. Sejurus kemudian, ibu calon pembeli minta disambungkan dengan pemilik rumah dan minta ketemuan untuk cek SHM ke notaris kepercayaan calon pembeli sambil nunggu suaminya datang dari luar negeri untuk melihat rumahnya, dan disepakati akan memberikan tanda jadi 25%.
Alhamdulillah sisa pembayaran dilakukan secara tunai, tanpa melalui KPR sehingga proses pembayara tidak memerlukan waktu lama. Alhamdulillah proses penjualan rumah ini terhitung cepat dan pembayaran cukup lancar.
Beberapa hari kemudian, dokter yang punya rumah kembali menghubungi saya minta di sms nomor rekening, siangnya dikabari lagi bahwa sudah ditransfer komisi yang besarnya hampir 40juta rupiah. Alhamdulillah terima kasih Ya Allah, terima kasih dok, semoga barokah (biasalah kalimat standar waktu menerima komisi, hehehe).
Alhamdulillah, kekurangan pembayaran tanah bisa dilunasin, dan masih ada sisa sekitar Rp. 20juta cukup untuk biaya membangun rumah di Yogyakarta, yaa kalo kurang tidak banyak, karena adik juga punya tabungan, katanya juga biar punya kebanggaan, ikut bantu2 buat bayar tukang, Alhamdulillah juga simbok yang di Boyolali juga bantu beli sayuran dan lauk untuk masakin buat tukang. Alhamdulillah, saat ini sudah berdiri rumah sederhana di atas lahan 50m, sudah ada sumur, listrik, kamar mandi dan 2 kamar.
Mungkin ada yang bertanya, lalu gimana uang yang 5juta?
"Lhah khan sudah saya niatkan buat bantu Adik beli rumah"
Buat beli rumah kok cuman 5juta?
"Habis gimana lagi, lha wong punya duitnya cuman segitu"
Tapi ternyata subhanallah, Maha Suci Allah yang begitu cepat pembalasannya. Dalam waktu kurang dari satu tahun Allah telah manggantinya dengan rumah seluas 122m seharga 500juta rupiah di Jakarta Pusat. Yang saat ini harga pasaran sudah sekitar >1M.
Mudah-mudahan bisa disharing berikutnya, memberi 5juta dibalas 500juta..
Alhamdulillahi rabbil 'alaimin. "fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban" (Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?).
Artikel ini bermanfaat? share ya komentnya melalui twitter and fb
Sedekah berpahala rumah






