Siap menjadi agen properti
profesional..?? Peluang usaha ini masih menjanjikan, terutama dizaman
ini dimana kesibukan manusia lebih padat. Banyak bukti menunjukkan agen properti
mampu meraih penghasilan yang baik. Kalau kita lihat dari penampilan
agen properti yang meyakinkan. fasilitas yang mereka gunakan serta
kantor yang mereka tempati, membuktikan penghasilan yang menjanjikan.
Pekerjaan agen properti sebenarnya melayani kebutuhan yang timbul secara
alamiah. Ingat, rumah adalah kebutuhan primer bagi semua orang. Baik
dengan membeli atau menyewa, yang pasti oramg harus tinggal dalam rumah.
Disinilah peran agen properti profesional
diperlukan, baik bagi masyarakat yang ingin membeli atau menyewa maupun
yang ingin menjual dan menyewakan. Tertarik untuk menjadi agen properti
profesional..?
Simak strategi menjadi agen properti profesional berikut ini :
Simak strategi menjadi agen properti profesional berikut ini :
Perhatikan hal2 yang penting bagi pelanggan. Agen property harus tahu tentang alas an penjual menjual rumahnya. Waktu terjual yang diinginkan. Harga jual minimal. Waktu pengosongan yang diminta. Tempat tinggal setelah terjual. Untuk pembali perlu diketahui, lokasi yang disukai, luas bangunan dan jumlah kamar yang dibutuhkan. Arah hadap bangunan, dan budget. Lebar kavling, lebar jalan, bentuk kavling. Style bangunan, tata ruang, ukuran kamar dan lainnya. Bila kita sudah memahami hal penting diatas, perhatikan hal kecil terkait dengan hal diatas.
2. Komitmen untuk pelanggan.
Kalau kita dating ke dokter tentu berharap sembuh. Seorang penjual
bekerjasama dengan agen property pasti berharap rumahnya terjual.
Komitman adalah janji. Janji servis yang diberikan juga komitman.
Sebaliknya kita minta komitmen dari penjual. Agen property dapat bekerja
secara professional bila penjual memberika perjanjian pemasaran secara
eksklusif.
Seperti penjual, bagi pembeli agen property juga memberikan jasa dan
servis. Konsultasi tentang market dan peraturan jual-beli. Peninjauan
dan pengenalan lokasi. Prosedur transaksi yang aman. Pembeli juga
diminta memberikan komitmen pada agennya.
Penjual ingin rumahnya cepat terjual dengan harga terbaik. Agen property
juga ingin rumah yang dipasarkan cepat laku. Penjual perlu tahu adanya
persaingan dengan rumah lain yang dijual. Untuk kepentingan penjual agen
property akan menyampaikan informasi yang terbaru dan transparan
tentang harga yang terjadi dalam pasar.
4. Konsisten dengan standart kerja.
Pelanggan yang baik dan berkomitmen membayar standard komisi. Tapi ada
prospek yang minta komisi lebih rendah. Agen properti harus menolak
permintaan tersebut. Tidak melayani prospek yang tidak memberi
perjanjian tertulis adalah bentuk konsistensi, sehingga tidak merugikan
pelanggan yang baik.
5. Keberanian menolak dan ditolak.
Agen properti harus berani minta komitmen dari penjual maupun pembeli.
Tanpa komitmen tertulis kita bekerja secara tradisional. Penolakan
prospek adalah tantangan bagi kita untuk menunjukkan keuntungan
perjanjian dengan agen properti. Kerjasama tanpa komitmen harus ditolak.
Keberanian menolak menunjukan agen bekerja secara profesional.
6. Memiliki kualitas servis yang terbaik.
Kastemer membayar agen untuk "value" yang diperoleh. Value didapat
melalui servis . Komisi agen mencerminkan kualitas servisnya. Bila
kastemer menawar komisi artinya servis yang sama bias diperoleh dari
agen lain dengan komisi lebih rendah. Kita selalu dibandingkan dengan
pesaing. Apakah kita sudah lebih baik ?
7. Teamwork.
Didalam pemasaran property kerjasama dengan agen lain akan mempercapat
terjadinya transaksi. Calon pembeli dari agen yang lain akan bersaing
dengan calon pembeli kita. Penawaran terbaik akan diperoleh dari adanya
persaingan. Penjual akan sangat dirugikan bila kerjasama team tidak
terjadi.
8. Bekerja dengan terencana.
Kastemer membutuhkan professional yang mampu merencanakan kegiatan
pemasaran yang terukur dan bertanggungjawab. Pelanggan berhak memberkan
penilaian secara periodic. Hasil kerja kita akan menentukan kita patut
dipertahankan atau diberhentikan.
9. Etika profesi.
Profesi apapun mempunyai standard etika. Agen property juga berpegang
pada etika bisnis yang berlaku umum. Tidak merugikan penjual, pembeli
dan agen property lain. Persaingan sehat, keterbukaan informasi.
Transparansi dalam negosiasi. Penjual dan pembeli tidak menginginkan
adanya " mark up" harga.
10. Networking antar agen property.
Kerjasama antar agen dapat dilakukan melalui penyebaran informasi
listing eksklusif. Perubahan di update melalui sms. Penyebaran foto
properti melalui email dan internet. Peningkatan kerjasama antar broker
akan menguntungkan penjual maupun pembeli.
11. Kecepatan mencerminkan ketrampilan.
Setiap aktivitas pemasaran harus dilakukan dengan cepat. Kecepatan akan
memenangkan persaingan. Kastemer menghargai cara kerja yang cepat dan
cekatan. Kecepatan menunjukkan ketrampilan agen properti dalam melakukan
tugasnya.
12. Target yang terukur.
Penjual perlu tahu apa yang dilakukan agen properti selam waktu
pemasaran yang diberikan. Bila target terjual tidak tercapai. Ukuran
hasil pemasaran adalah respon yang diterima. Kemudian dievaluasi dan
ditentuka target berikutnya.
13. Inovasi pemasaran.
Bila semua program pemasaran telah dilakukantidak menghasilkan
transaksi. Agen properti harus memberikan solusi yang inovatif. Sebagai
strategi pemasaran selanjutnya. Penurunan harga terus menerus bukan
strategi yang baik. Setiap properti harus dilakukan program pemasaran
yang berbeda. Menjual rumah sederhana berbeda caranya dengan menjual
rumah menengah. Apalagi strategi untuk rumah mewah. Demikian juga
program pemasaran properti komersial berbeda dengan properti industrial.
Harus inovatif.
14. Belajar hal baru.
Belajar adalah jawaban terhadap perubahan. Market berubah, kastemer
berubah. Agen property harus mengantisipasi setiap perubahan. Belajar
setiap hal yang berhubungan dengan bisnis property, tren pemasaran, tren
gaya hidup, bahan bangunan dan perubahan lainnya.
15. Setiap kastemer penting.
Setiap kastemer penting tapi berikan kastemer perhatian yang berbeda.
Ada kastemer dengan kebutuhan menjual atau membeli kurang mendesak,
segera dan ada yang sangat mendesak. Prioritaskan kastemer sesuai
tingkat keterdesakannya.
So, kalau Anda tertarik menjadi Agen/Broker properti, tidak ada salahnya kalau Anda bergabung bersama Agen yang sudah terkenal dan terpercaya semacam Century21.
Selamat mencoba.
Salam Sehat dan Sukses
Salam Sehat dan Sukses
Sumber : http://developerdankontraktor.blogspot.com/2012/01/tips-memakai-jasa-broker-agen-properti.html





